° aNaNda ScHoooL °
LogIN dLo ya... ^^v.
Bagi Yg Blm Mempunyai. Harap Registrasi terlebih dahulu.

By : adminisTraTor
° aNaNda ScHoooL °

° aNaNda ScHoooL ° ForuM ..

Di Sarankan untuk Rajin Memposting. Oh Galih, Oh Ratna ~ Oh Hoki, Oh Adam ~.stiap member yg udh memposting sebanyak 50x. akan di perbolehkan mengganti nickname ( nama ) dengan mengkonfirmasikan kepada administrator terlebih dahulu.So. We Are The Best So Join Us.

You are not connected. Please login or register

Fakta Kehidupan

Go down  Message [Page 1 of 1]

1 Fakta Kehidupan on Wed Mar 25, 2009 11:30 pm

Kita hidup dalam dunia yang serba pincang.
Ia tidak mutlak diliputi mawar, juga tidak seluruhnya berduri.
Mawar adalah lembut, indah dan harum, tetapi tangkai tempat mawar
mekar penuh dengan duri.
Karena adanya bunga mawar maka kita tidak takut pada duri.
Bagaimanapun, orang tidak akan mengecilkan arti mawar karena durinya.

Bagi seorang optimis dunia ini benar-benar penuh mawar, sedangkan bagi
seorang pesimistis, dunia ini benar-benar penuh duri.
Tetapi bagi seorang realis dunia ini tidak mutlak penuh mawar juga tidak mutlak penuh duri.
Dunia ini diliputi oleh mawar-mawar indah dan duri-duri tajam.

Seorang yang mengerti tak akan tergila-gila kepada keindahan mawar,
tetapi akan memandangnya sebagaimana adanya.
Dengan mengetahui betul-betul sifat daripada duri, ia akan memandangnya
sebagaimana adanya dan akan berhati-hati supaya tidak terluka.

Seperti bandulan yang berputar terus-menerus ke kiri dan ke kanan,
empat kondisi yang diinginkan dan empat kondisi yang tak diinginkan berlalu
dalam dunia ini.
Setiap orang tak terkecuali akan menemukan kondisi-kondisi ini selama
masa hidupnya.

Kondisi-kondisi ini adalah :
Untung dan rugi, kemasyuran dan nama buruk, pujian dan celaan, suka dan duka.


_________________
View user profile

2 Re: Fakta Kehidupan on Wed Mar 25, 2009 11:31 pm

Untung dan Rugi

Lazimnya para usahawan memperoleh untung dan menderita rugi.
Adalah wajar menjadi puas bila mendapat untung. Pada hakekatnya dalam hal
itu tak ada salahnya. Keuntungan secara halal, mengakibatkan kesenangan
tertentu yang dicari-cari orang. Tanpa saat-saat yang menyenangkan ini,
betapun singkatnya, kehidupan menjadi sia-sia belaka.
Dalam dunia yang penuh persaingan dan kacau ini, adalah wajar bagi
orang-orang untuk menikmati suatu kebahagiaan yang demikian menggembirakan hati mereka.
Walaupun bersifat material, kehidupan demikian dapat mendatangkan
kesehatan dan umur yang panjang.

Persoalan muncul jika terjadi kerugian.
Keuntungan diterima dengan tersenyum, tetapi bukan demikian halnya bila
sial. Kerugian sering menyebabkan penderiataan batin dan kadang-kadang
kecenderungan untuk bunuh diri muncul bila kerugian yang diderita terlalu
parah. Dalam keadaan demikian inilah seseorang harus menunjukkan
keberanian moral yang tinggi dan memelihara keseimbangan batin yang
wajar.
Kita semua telah jatuh bangun dalam menghadapi tantangan hidup.
Kita harus siap sedia menerima apa yang baik maupun yang buruk.
Dengan demikian, kita akan mengalami kekecewaan yang sedikit saja bila
terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Bila ada sesuatu yang hilang, seseorang biasanya merasa sedih.
Tetapi dengan bersedih ini orang tidak dapat memperoleh kembali barang
yang hilang. Kehilangan tersebut harus dipandang secara filosofis.
Seseorang harus bersikap sebagai seorang dermawan dan berpikir bahwa
kebutuhan-kebutuhan orang lain adalah lebih banyak dari padanya.
Biarkan diri kita sehat dan bahagia.


_________________
View user profile

3 Re: Fakta Kehidupan on Wed Mar 25, 2009 11:32 pm

Kemasyuran dan Nama Buruk

Kemasyuran dan nama buruk juga merupakan kondisi duniawi yang pasti kita
temui dalam kehidupan sehari-hari. Kemasyuran kita sambut dengan
senang,nama buruk tak kita inginkan. Kemasyuran menggembirakan hati kita
sedangkan nama buruk menyakitkan kita. Kita ingin menjadi terkenal.
Kita ingin foto diri kita muncul dalam surat kabar. Kita gembira sekali bila
aktivitas kita, betapapun tidak berarti, diberitakan.
Suatu waktu kita mencari pula publisitas.
Banyak orang dengan cara apapun ingin melihat foto diri mereka mucul
dalam majalah. Untuk mendapat kehormatan, banyak orang yang bersedia
memberikan imbalan atau jasa-jasa tertentu bagi mereka yang berkuasa.
Demi publisitas, banyak orang yang menunjukkan kedermawanannya,
dengan memberikan dana kepada pemuka agama/ pejabat tetapi mereka
sama sekali tak acuh kepada penderitaan orang miskin dan mereka yang
membutuhkan bantuan, disekitarnya.
Kita mungkin mengganjar atau menghukum seorang yang kelaparan yang
untuk meredakan rasa laparnya mencuri sebutir kelapa di kebun, tetapi
kita tanpa ragu-ragu memberikan seribu buah kelapa untuk mendapatkan
nama baik.
Inilah kelemahan-kelemahan manusia.
Kebanyakan orang berbuat atas dasar pamrih. Orang tanpa pamrih yang
berbuat tanpa mementingkan diri sendiri langka didunia ini. Kebanyakan
perbuatan duniawi mempunyai tujuan yang tersembunyi
Nah, siapakah yang benar-benar baik ? Berapa banyak yang sungguh-
sungguh mementingkan orang lain ?
Kita tak perlu mengejar-ngejar kemasyuran. Bila kita memang akan
termasyur, itu akan datang dengan sendirinya tanpa dicari-cari.
Lebah akan tertarik pada bunga yang mengandung madu.
Bunga tak mengundang lebah.
Sesungguhnya kita terlalu senang atau bahagia sekali bila kemasyuran
kita tersebar luas dan jauh. Tetapi kita mesti menyadari bahwa kemasyuran
kehormatan, dan keagungan itu hanya berlangsung sebentar saja.
Keadaan ini akan segera lenyap.


_________________
View user profile

4 Re: Fakta Kehidupan on Wed Mar 25, 2009 11:32 pm

Pujian dan Celaan

Pujian dan celaan adalah dua kondisi dunia lainnya yang dialami manusia.
Adalah wajar menjadi gembira bila dipuji, dan menjadi kecewa bila dicela.
Seharusnya : Orang bijaksana tidak menunjukkan rasa gembira maupun
kecewa bila dipuji atau dicela
.
Bagaikan batu karang yang teguh mereka tak tergoncangkan oleh badai.
Pujian jika wajar, adalah menyenangkan didengar, tetapi bila pujian itu hanya
dibuat-buat saja maka pujian tersebut, walaupun manis kedengarannya, hanya
merupakan penipuan belaka.
Akan tetapi semua pujian tersebut tidak akan mengakibatkan apa-apa,
jika pujian tersebut tak sampai di telinga kita.

Dari sudut duniawi, sepatah kata pujian diterima dengan baik.
Dengan hanya memuji sedikit, kemurahan hati mudah didapat.
Sepatah kata yang tepat cukup untuk menarik perhatian para pendengar
sebelum kita memberikan ceramah. Bila mana penceramah pada permulaan
memuji para pendengar, maka ia akan didengar dengan baik oleh hadirin.
Tetapi bila ia memulai ceramahnya dengan celaan terhadap pendengar
maka tanggapan yang diterimanya tidak memuaskan.

Orang-orang bijaksana takkan menggunakan kata-kata sanjungan pemanis
mulut saja, dan mereka tak mau pula disanjung-sanjung oleh orang lain.
Mereka memuji yang patut dipuji tanpa iri. Yang patut dicela mereka
kritik tanpa menghina tetapi karena kasih sayang supaya yang bersalah itu
mau memperbaiki dirinya.


Mereka yang bicara banyak dicela. Mereka yang berbicara sedikit dicela.
Mereka yang diam pun dicela. Tak seorangpun didunia ini yang tidak dicela.
Celaan nampaknya merupakan hal yang umum terjadi pada umat manusia.
Orang bodoh dan jahat cenderung hanya melihat keburukan orang lain,
tetapi tak menghiraukan kebaikan dan kesalehannya.
Tidak ada seorangpun yang sama sekali jahat. Sebaik-baiknya kita, masih
ada juga sifat buruk dalam diri kita. Seburuk-buruknya kita, masih ada
sifat-sifat baik pula dalam diri kita.
Kebencian takkan lenyap dengan kebencian, tetapi itu akan lenyap hanya
dengan cinta kasih.
Bilamana kita dicela atau dicerca, kita harus berpikir bahwa kita diberikan
kesempatan untuk mempraktekkan kesabaran. Dari pada kita merasa
dimusuhi, sebaiknya kita berterima kasih kepada lawan kita tersebut.


_________________
View user profile

5 Re: Fakta Kehidupan on Wed Mar 25, 2009 11:33 pm

Suka dan duka adalah pasangan yang terakhir. Kedua faktor ini amat
mempengaruhi manusia. Apa yang dapat muncul atau terpenuhi dengan
mudah adalah kebahagian, sedangkan apa yang sukar sekali dipikul atau
ditahan adalah penderitaan.
Kebahagian biasa adalah pemuasan keinginan manusia. Segera setelah hal
yang diinginkan tercapai, maka kita menginginkan kebahagiaan lain lagi.
Jadi keinginan kita tak pernah berhenti.
Tak diragukan lagi bahwa kebahagiaan sekejab pada kesenangan materi
inilah yang diharapkan, diidam-idamkan dan dibayang-bayangkan selalu.
Jenis kebahagian ini disanjung-sanjung oleh para sensualis (orang yang
bernafsu kuat), namun itu menyesatkan dan hanya berlangsung untuk
sementara saja.

Dapatkah harta kekayaan memberikan kebahagiaan mutlak ? Bila demikian
maka para jutawan tak seharusnya merasa tertekan dengan kehidupan ini.
Kebahagian sejati ditemukan di dalam diri dan bukan ditentukan menurut
pandangan harta, kekuasaan, kehormatan atau penaklukan.

Bilamana harta duniawi itu didapat secara paksa atau tidak halal, atau
disalah gunakan, atau dimiliki dengan penuh kemelekatan, maka harta
tersebut akan menjadi sumber kesakitan dan penderitaan bagi pemiliknya.
Apa yang merupakan kebahagian bagi seseorang, mungkin bukan
kebahagian bagi orang lain. Kenikmatan akan kekayaan bukan hanya timbul
pada waktu menggunakannya untuk diri sendiri tetapi juga pada waktu
kita memberikannya demi kesejahteraan orang lain.

Apa yang kita miliki kita akan tinggalkan dan pergi. Apa yang kita berikan
akan kita bawa bersama-sama. Kita akan dikenang selama-lamanya
karena perbuatan baik yang telah kita buat dengan barang duniawi yang
kita miliki.


_________________
View user profile

Sponsored content


Back to top  Message [Page 1 of 1]

Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum